14 Des
667

2017 STISIP Muhammadiyah Rappang Naik ke Peringkat 174

  • Dari 3244 Perguruan Tinggi Negeri Dan Swasta Se Indonesia
  • Urutan ke 7 se Kopertis IX

Sidrap – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Rappang, Dr Jamaluddin Ahmad S.Sos., M.Si, mengaku, terus melakukan perbaikan mutu dan pengembangan, guna kemajuan perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Jamaluddin Ahmad, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, belum lama ini. Ia mengaku tak muluk muluk dalam meningkatkan, dan memajukan kampus yang lahir awal April 2000 lalu.

“ Kita hanya fokus pada tiga poin. Pertama menyehatkan lembaga, Memperbaiki sistem, dan meningkatkan sumber daya. Ini best practice yang selama ini kami lakukan. Dan Alhamdulillah, hasilnya mulai kelihatan. Dari 3244 perguruan tinggi negeri dan swasta, kita berada pada urutan ke 174,” jelasnya.

Menurutnya, proses penilaian tersebut dilakukan oleh Direktorat Jendral Kelembagaan Iptek Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada tahun 2017, dengan beberapa komponen penilaian di antaranya, sumber daya manusia (SDM), Kemahasiswaan, Kelembagaan, dan Penelitian dan Publikasi. Hal tersebut dipublikasikan di http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id/index.php/welcome/pemeringkatan2017

“ Ini artinya pemerintah menilai, melalui Kemenristek Dikti, bahwa STISIP Muhammadiyah salah satu lembaga pendidikan yang sehat, sudah berjalan diatas rel, dan sesuai dengan aturan. Tentu penilaian tersebut dilihat dari berbagai sudut, diantaranya SDM, Kemahasiswaan, Lembaga, dan Penelitian dan Publikasi,” jelasnya.

Meski demikian, Dr Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si, mengaku tak mau terlena dengan raihan tersebut. Ia justru mengaku, bersama civitas akademika STISIP Muhammadiyah Rappang, semakin tertantang, bukan hanya mempertahankan, namun lebih meningkatkan raihan yang telah dicapai.

Ditanyai lebih jauh, Ia mengaku bahwa secara kelembagaan pihaknya telah melakukan sejumlah hal guna menyehatkan lembaga. Salah satunya dengan menyeimbangkan rasio antara dosen dan jumlah mahasiswa dari tiga program studi.

“ Alhamdulillah secara aturan Insya Allah kami sehat. Dalam artian, kami hanya menerima mahasiswa dalam jumlah tertentu saja, sesuai dengan jumlah dosen, inilah salah satu langkah yang kami gunakan dalam menyehatkan lembaga,” jelasnya.

Sementara dalam perbaikan sistem, baik dalam pelayanan, keuangan, dan proses pendidikan, termasuk penelitian, diarahkan agar sesuai dengan Visi Misi, dan dijalankan dengan menggunakan strategi tertentu guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

“ Untuk poin ke tiga, yakni perbaikan sumber daya, selain merekrut tenaga pengajar yang profesional, kami juga merangkul lulusan, bahkan menyekolahkan mereka ke tahapan lebih tinggi, guna mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas.(@)